You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Karanganyar
Desa Karanganyar

Ngreksa Bumi Lewat Seni: Pesona Ebeg dalam Ruwat Bumi Desa Karanganyar

ARIA RAHARDIAN 21 Juli 2026 Dibaca 7 Kali
Ngreksa Bumi Lewat Seni: Pesona Ebeg dalam Ruwat Bumi Desa Karanganyar

Rangkaian peringatan Ruwat Bumi Desa Karanganyar kembali menghadirkan nuansa budaya yang kental melalui pertunjukan kesenian Ebeg pada Minggu, 12 Juli 2026, mulai pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan masyarakat karena tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menjadi wujud nyata pelestarian seni tradisional yang telah mengakar di wilayah Banyumas.

Sejak siang hari, warga mulai memadati lokasi pertunjukan untuk menyaksikan penampilan para seniman Ebeg. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya penonton yang hadir, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Suasana semakin semarak saat alunan musik tradisional mengiringi masuknya para penari ke arena pertunjukan.

Dengan gerakan yang dinamis dan penuh kekompakan, para penari membawakan tarian menggunakan kuda kepang sebagai properti utama. Iringan kendang, gong, kenong, serta instrumen tradisional lainnya menciptakan harmoni yang memikat perhatian penonton. Setiap penampilan mencerminkan kekayaan budaya lokal yang masih terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Bagi masyarakat Karanganyar, Ebeg bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari identitas budaya yang memiliki nilai kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, serta rasa syukur atas kehidupan dan hasil bumi yang telah dianugerahkan. Kehadiran kesenian ini dalam rangkaian Ruwat Bumi menjadi simbol bahwa tradisi dan budaya tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.

Sepanjang pertunjukan berlangsung, sorak sorai dan tepuk tangan penonton turut menambah semangat para penampil. Kebersamaan yang tercipta antara seniman dan masyarakat menjadikan suasana semakin hangat dan penuh makna. Momen ini juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat kesenian daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat Banyumas.

Melalui penyelenggaraan pertunjukan Ebeg, Pemerintah Desa Karanganyar bersama masyarakat berharap tradisi budaya lokal dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus. Ruwat Bumi tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat jati diri, menjaga nilai-nilai budaya, serta mempererat persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Butuh panduan administrasi warga?

Baca panduan KTP, KK, BPJS, BUMDes, dan layanan publik lainnya di Pelayanan.id.

Buka Pelayanan.id
Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image